Nasehat Ali Bin Abi Thalib


Wahai manusia...!
Tidak ada kemulian lebih tinggi dari pada Islam.
Tidak ada penghormatan lebih mulia dari pada takwa.
Tidak ada akal yang lebih berperisai dari pada wara.
Tidak ada orang yang lebih baik memberi safa'at dari pada taubat.
Tidak ada pakaian yang lebih cantik dari pada kesehatan.
Tidak ada penjagaan lebih baik dari pada pengawalan-Nya.
Tidak ada harta yang dapat menghilangkan kemiskinan selain dari pada keikhlasan.
Tidak ada barang simpanan yang lebih kaya dari pada sifat qana'ah (merasa cukup).
Barangsiapa merasa cukup apa yang ada, maka dia akan mendapat kekuatan.
Kerugian terhadap sesuatu adalah puncak kelelahan. Pemonopolian itu adalah kesinambungan dari kelelahan.
Hasad adalah bahaya bagi agama, mementingkan diri sendiri adalah puncak peningkatan dosa, kezaliman akan membawa kepada kecelakaan, ketamakan adalah meliputi segala keaiban, kemungkinan ketamakan yang hampa dan angan-angan yang bohong akan membawa kepada pencegahan dari melakukan kebaikan dan suatu perniagaan yang akan membawa kepada kerugian.
Sesungguhnya orang yang melibatkan diri didalam sesuatu masalah tanpa memeriksa terlebih dahulu, maka sungguh ia telah merendahkan dirinya kepada kejahatan, dan sejahat-jahat kalung adalah kalung dosa bagi seorang mukmin.

Wahai manusia...!
Tidak ada simpanan yang lebih bermamfaat dari pada ilmu.
Tidak ada kemuliaan lebih tinggi dari pada budi pekerti.
Tidak ada keturunan yang lebih baik dari pada sopan santun.
Tidak ada kekalahan lebih rendah dari pada kemarahan. 
Tidak ada kecantikan lebih berseri dari pada akal.
Tidak ada kejahatan yang lebih jahat dari pada kebohongan.
Tidak ada penjagaan yang baik dari pada diam. 
Tidak ada kehilangn yang menyedihkan dari pada kematian. 

Wahai manusia...!
Barangsiapa yang telah melihat aib pada dirinya, maka tidak ada waktu baginya melihat aib orang lain.
Barangsia yang ikhlas rezeki yang diberikan Allah kepadanya, maka dia tidak akan pernah berdukacita apa yang ada pada tangan orang lain.
Barangsiapa yang menghunus pedang kezaliman, maka akan dibunuh olehnya.
Barangsiapa yang menggali lobang untuk saudaranya, maka dia akan terjatuh kedalamnya.
Barangsiapa yang membuka tirai aib orang lain, maka aurat rumahnya akan dibukakan.
Barangsiapa terlupa ke khilafannya, maka dia membesarkan ke khilafan orang lain.
Barangsiapa yang kagum akan pendapatnya akan tersesat.
Barangsiapa yang hanya berpegang kepada pendapatnya saja, akan tergelincir. 
Barangsiapa yang sombong terhadap orang ramai, akan terhina.
Barangsiapa yang membodohi orang ramai, akan dicaci maki.
Barangsiapa yang menanggung apa yang dia tidak mampu, akan memjadi lemah.

Wahai manusia...!
Tidak ada harta yang berharga dari pada akal.
Tidak ada kemiskinan yang lebih parah dari pada kejahatan.
Tidak ada penasehat yang lebih baik dari pada kesadaran diri sendiri.
Tidak ada kengerian yang lebih dahsyat dari pada takjub terhadap diri sendiri.
Tidak ada kewara'an yang lebih baik daripada menahan hal-hal yang diharamkan.
Tidak ada budi pekerti yang baik dari pada kesabaran. 

Wahai manusia...!
Sesungguhnya manusia mempunyai sepuluh sifat-sifat yang dilahirkan oleh lidahnya :
yang lahir, menceritakan yang batin.
yang bijak, terdengar dari ucapannya.
yang berbicara, dituntut untuk menjawab.
yang memberi pertolongan, tahu kebutuhan seseorang.
yang menceritakan sesuatu, mengetahui permasalahan.
yang memerintah, memerintah dengan baik.
yang memberi nasehat, melarang hal-hal yang jahat.
yang mulia, dapat menenangkan kesedihan.
yang hadir, dapat mencegah kezaliman dan
yang menghibur, dapat enak terdengar. 

Wahai manusia...!
Tidak ada kebaikan jika berdiam diri dari menceritakan kebenaran. Sebagaimana tidak ada kebaikan jika berkata sesuatu yang tidak diketahui. Ketahuilah wahai manusia! Sesungguhnya orang yang tidak memiliki lidahnya pasti akan menyesal.
Barangsiapa yang tidak mempunyai budi pekerti, maka dia akan ditinggalkan orang banyak.
Barangsiapa yang tidak tahu berterima kasih, maka dia tidak mempunyai akal.
Barangsiapa yang tidak mempunyai akal akan terhina. Barangsiapa yang terhina tidak akan merasa tenang. Barangsiapa yang tidak merasa tenang akan dijelek-jelekkan.
Barangsiapa yang selalu dipuja-puji, suatu saat akan tercela.
Barangsiapa yang menuntut kemuliaan yang bukan haknya, akan terhina.
Barangsiapa yang menang dengan kezaliman akan dikalahkan dengannya.
Barangsiapa menentang kebenaran akan diikuti kelemahan.
Barangsiapa mendalami sesuatu, dia akan merasa tenang.
Barangsiapa merasa sombong, maka dia akan hina.
Barangsiapa yang tidak bersikap adil dalam suatu masalah, maka dia akan dicaci maki.

Wahai manusia...!
Sesungguhnya lebih baik kematian, sebelum terhina.
Mempertahankan diri sebelum tertipu.
Hisablah dirimu sebelum hari pengadilan.
Kubur adalah lebih baik dari pada kemiskinan moral dan amal.
Jagalah pandanganmu itu agar dapat terjaga kehormatanmu. 

Wahai manusia...!
Jika hatimu tidak mampu engkau tundukkan, maka berbahayalah keadaanmu.
Jika engkau selalu memberi harapan kosong, maka tamaklah yang akan menghinamu, jika tamak telah menguasainya, maka sifat-sifat mementingkan diri akan membinasakannya.
Jika perasaan putus asa menguasainya, maka sengsara akan membunuhnya.
Jika kemarahan menghadang, maka dia bertambah marah.
Jika bergembira, maka dia akan melupakan segala-segalanya.
Jika ketakutan menguasainya, maka dia baru akan berhati-hati.
Jika kemauan menguasainya, maka kemuliaan diri akan merampasnya.
Jika ia menguasai harta, maka kekayaanya akan menzaliminya.
Jika kemiskinan menguasainya, maka bahaya akan menimpanya.
Jika kelaparan menguasainya, maka ia akan menjadi lemah.
Jika ia terlalu kenyang, maka ia akan dikuasai perutnya.
Oleh sebab itu setiap sesuatu yang berlebihan pasti mendatangkan mudharat dan merusak.

Wahai manusia...!
Barangsiapa lari dari kenyataan, akan dihina.
Barangsiapa yang pemurah, akan menjadi pemimpin.
Barangsiapa yang memiliki harta yang banyak, akan menjadi ketua.
Barangsiapa mempunyai budi pekerti, akan menjadi mulia.
Barangsiapa banyak bercanda, maka ia akan dipandang remeh.
Barangsiapa yang banyak ketawa, maka kekuatannya akan hilang.
Orang yang tidak mempunyai budi pekerti akan merusak agamanya.
Sesungguhnya perbuatan baik adalah yang menjaga kehormatan dan hartanya. Bukanlah yang bergaul dengan orang bodoh itu sama dengan orang yang mempunyai akal, dan barangsiapa bergaul dengan orang bodoh, maka hendaklah dia bersiap-siap menerima perkataannya.
Orang yang kaya dengan hartanya dan orang yang miskin dengan kemiskinannya, semuanya tidak akan terlepas dari pada kematian.
Seandainya kematian dapat dibeli, niscaya dia akan dibeli oleh orang kaya si hamba dunia.
 
Wahai manusia...
Sesungguhnya hati mempunyai penglihatan untuk mengetahui orang yang zalim dan orang yang bijak dan waspadalah dari bahaya-bahaya yang membinasakan. Hati juga seringkali tergoda oleh nafsu syahwat, tetapi akal yang selalu mencegah dan melarangnya, karena telah memahami pengetahuan tentang hal itu dan telah mengenal diri sendiri sehingga cahaya petunjuk telah terpancar dari-Nya. Cukuplah budi pekerti yang engkau tanam dalam dirimu meskipun engkau tidak suka kepada orang lain. Hakmu terhadap saudaramu sama haknya kepadamu
Sesungguhnya berbahayalah orang yang berpegang kepada pendapatnya sendiri. Pikirkanlah sebelum melakukan sesuatu, karena ia akan menyelamatkan engkau dari penyesalan.
Barangsiapa mengagung-agungkan berbagai pendapat, maka dia mengetahui puncak kesalahan.
Barangsiapa menahan dirinya dari membicarakan yang tidak bermamfaat, maka akalnya membenarkan pemdapatnya.

Demikianlah nasehat-nasehat Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib, semoga bisa bermamfaat kepada kita semua dan menjadi bahan renungan, agar kita bisa mendapat keutamaan dunia - akhirat. Hanya Allah yang Maha Benar dan kepada-Nya kita berserah diri.

Thank’s to http://boegis.heck.in

0 komentar:

Poskan Komentar

Go... Blog ^^. Diberdayakan oleh Blogger.